JAKARTA, Berita86.com- Pemerintah mempercepat pembangunan hunian layak bagi masyarakat yang selama ini tinggal di bantaran rel kereta, khususnya di kawasan Pasar Senen yang berjarak sekitar dua kilometer dari pusat ibu kota.
Program ini dijalankan sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas hidup warga di kawasan padat dan rentan.
Selama puluhan tahun, sebagian warga di wilayah tersebut hidup dalam kondisi terbatas—mulai dari tempat tinggal yang tidak layak, minim akses air bersih, hingga fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) yang tidak memadai.
Baca Juga:Cerita Haru Anak Jalanan Bertemu Seskab Teddy, Kini Punya Harapan Lewat Sekolah RakyatEkonomi Stabil, Seskab Teddy Minta Pengamat Sampaikan Pendapat Secara Konstruktif, Jangan Menyesatkan
Kondisi ini kini mulai dibenahi secara bertahap melalui program penataan kawasan.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa pada Sabtu (25/4/2026), dirinya bersama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, meninjau langsung progres pembangunan hunian baru bagi warga terdampak di sekitar Stasiun Pasar Senen.
Ia juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo sebelumnya telah melakukan kunjungan langsung ke lokasi tersebut pada 26 Maret 2026 untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat sasaran.
Hunian baru ini dibangun sekitar 500 meter dari jalur rel kereta, dengan berbagai fasilitas pendukung seperti akses air bersih, MCK yang memadai, tempat ibadah, hingga ruang bermain anak.
Pembangunan dilakukan dalam waktu relatif singkat berkat kolaborasi antara Kementerian Perumahan dan sejumlah BUMN.
Ke depan, kata Seskab Teddy Indra Wijaya, pemerintah memastikan program penataan permukiman serupa akan diperluas ke berbagai wilayah lain secara bertahap, guna menciptakan lingkungan hunian yang lebih aman, sehat, dan manusiawi bagi masyarakat. (*)
