Bekasi, Berita86.com– Musibah kecelakaan kereta api terjadi di wilayah Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4/2026), memicu keprihatinan mendalam sekaligus respons cepat dari pemerintah dan operator perkeretaapian.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi langsung turun ke lokasi kejadian untuk memastikan proses evakuasi dan penanganan korban berjalan optimal.
Keselamatan penumpang menjadi prioritas utama dalam situasi darurat ini. Dalam keterangan resmi pada pukul 01.31 WIB dari lokasi kejadian, Menhub Dudy bersama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Bobby Rasyidin menyampaikan perkembangan terbaru.
Baca Juga:Dari Menteri hingga Penasihat, Ini Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik Presiden PrabowoTiket Turun Drastis! Seskab Teddy Bongkar Kereta Murah Tapi Nyaman, Jakarta–Yogyakarta Mulai Rp135 Ribu
Hingga dini hari tadi, tercatat empat orang meninggal dunia. Sementara itu, sebanyak 71 penumpang berhasil dievakuasi dari dalam rangkaian kereta, dengan sejumlah korban mengalami luka-luka dan tengah mendapatkan perawatan intensif.
Proses evakuasi masih terus berlangsung. Petugas gabungan berupaya keras menyelamatkan korban yang diduga masih terjebak di dalam gerbong. Diperkirakan masih ada sekitar enam hingga tujuh orang yang belum berhasil dikeluarkan.
“Kami terus melakukan evakuasi maksimal. Masih ada korban yang terperangkap di dalam kereta,” ujar Menhub di lokasi.
Dari informasi awal, insiden bermula sekitar pukul 20.55 WIB. Dugaan sementara mengarah pada gangguan operasional setelah terjadi temperan dengan sebuah taksi berwarna hijau di perlintasan JPL 85, yang kemudian memicu gangguan pada sistem perkeretaapian di area emplasemen Bekasi Timur.
Namun demikian, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi yang akan mengungkap kronologi secara lebih rinci.
Di sisi lain, sebagian rangkaian Kereta Anggrek telah dilakukan pemotongan dan ditarik mundur guna mempercepat proses evakuasi.
Pihak KAI menyampaikan permohonan maaf atas insiden ini. Fokus utama saat ini adalah penyelamatan korban serta pemulihan kondisi operasional.
Baca Juga:Juri Hafiz Quran TV Jadi Tersangka, Bareskrim Ungkap Dugaan Pelecehan Santri di Banyak LokasiGudang Beras Penuh, Pengamat Sebut Kinerja Kementan Transparan
“Kami memprioritaskan evakuasi penumpang dan awak, serta terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait di lapangan,” demikian pernyataan resmi KAI.
Insiden ini menjadi perhatian serius, sekaligus pengingat pentingnya keselamatan di perlintasan kereta api yang masih menjadi titik rawan di berbagai daerah. (*)
