BEKASI, Berita86.com- Pemerintah bergerak cepat merespons kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), turun langsung ke lokasi pada Selasa (28/4/2026) untuk memastikan penanganan korban hingga pemulihan jalur berjalan optimal.
Dalam keterangannya, AHY menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah keselamatan dan penanganan korban.
Baca Juga:Bertambah, Ini Daftar 15 Korban Meninggal Tabrakan Kereta Api di BekasiKecelakaan Kereta di Bekasi Timur: 14 Tewas, Pemerintah Siapkan Solusi Besar
Berdasarkan data terbaru, tercatat 15 orang meninggal dunia, sementara 88 lainnya mengalami luka-luka.
Tiga korban di antaranya masih dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
AHY menyampaikan duka mendalam bagi para korban. Ia juga mengapresiasi proses evakuasi yang berlangsung dramatis namun berhasil mengevakuasi seluruh korban dari gerbong yang terdampak.
“Seluruh korban sudah berhasil dievakuasi. Bahkan tiga penumpang yang sempat terjepit bisa diselamatkan setelah proses evakuasi sekitar delapan jam,” ujarnya.
Setelah tahap penyelamatan, fokus pemerintah kini bergeser ke proses pemulihan di lokasi kejadian.
Evakuasi gerbong yang rusak masih terus dilakukan, termasuk salah satu gerbong khusus wanita yang terdampak cukup parah.
AHY berharap proses pengangkatan gerbong dapat segera selesai agar jalur rel bisa kembali difungsikan.
Baca Juga:Kabar Terbaru Kecelakaan KA di Bekasi: 7 Meninggal, Puluhan Luka, 3 Masih TerperangkapBBM Masih Aman? Ini Penjelasan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia usai Dipanggil Prabowo
Normalisasi lintasan dan sistem kelistrikan menjadi langkah krusial agar operasional kereta dapat berjalan kembali dengan aman.
Di sisi lain, investigasi mendalam akan dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan.
Temuan awal menunjukkan bahwa lintasan sebidang masih menjadi titik rawan yang perlu perhatian serius.
Menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan transportasi nasional.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Pembenahan harus dilakukan dari kebijakan hingga implementasi di lapangan,” tegas AHY.
Ia juga menegaskan bahwa proses investigasi akan dilakukan secara transparan dan profesional, dengan tujuan utama mencegah kejadian serupa di masa depan.
Ke depan, masih kata AHY, pemerintah berkomitmen memperkuat sistem keselamatan transportasi, mempercepat modernisasi infrastruktur perkeretaapian, serta mengurangi risiko kecelakaan di lintasan sebidang di berbagai daerah. (*)
