JAKARTA, Berita86.com- Polemik dalam final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat terus menyita perhatian publik.
Video momen kontroversial dalam ajang tersebut ramai beredar di media sosial, memicu perdebatan luas.
Sorotan tertuju pada peserta dari SMAN 1 Pontianak yang mempertanyakan keputusan juri.
Baca Juga:Viral Lomba Cerdas Cermat MPR Dinilai Tak Adil, Wakil Ketua MPR Minta Maaf dan Evaluasi TotalInovasi Mahasiswa Telkom: Alat Cek Napas Murah yang Siap Dipatenkan
Mereka menilai ada ketidakkonsistenan, setelah jawaban yang sebelumnya dianggap keliru justru dinilai berbeda saat diberikan oleh tim lain.
Atas peristiwa tersebut, Ketua Fraksi Gerindra di MPR RI, Habiburokhman, turut angkat bicara.
Dalam pernyataan resminya, Selasa, 12 Mei 2026, Ia memberikan apresiasi kepada salah satu peserta, Josepha Alexandra atau yang akrab disapa Ocha.
Menurutnya, keberanian Ocha dalam menyampaikan keberatan secara terbuka mencerminkan sikap kritis yang patut dicontoh.
Ia menilai, keteguhan peserta dalam memperjuangkan kebenaran menunjukkan nilai edukatif yang seharusnya dijunjung tinggi dalam kompetisi akademik.
Di sisi lain, Habiburokhman juga menyoroti respons dari pihak penyelenggara.
Ia menilai dewan juri, panitia, hingga pembawa acara belum menunjukkan sikap terbuka terhadap kritik, terutama dalam mengakui kemungkinan adanya kekeliruan.
Sebagai langkah perbaikan, ia mengusulkan agar pelaksanaan lomba dihentikan sementara.
Evaluasi menyeluruh dinilai penting, termasuk mempertimbangkan pergantian dewan juri demi menjaga kepercayaan publik terhadap ajang tersebut.
Baca Juga:Jelang Misi PBB, Menko Polkam Ingatkan Prajurit: Ini Bukan Tugas BiasaPrabowo Tiba di Pulau Miangas, Langsung Putuskan Renovasi Puskesmas dan Tambah Tenaga Medis
Sebelumnya, kontroversi mencuat setelah muncul perbedaan penilaian terhadap jawaban serupa terkait mekanisme pemilihan anggota BPK.
Kejadian tersebut langsung memicu reaksi luas dari masyarakat Indonesia, terutama di media sosial, yang mempertanyakan profesionalitas penyelenggaraan lomba. (*)
