Jakarta, Berita86.com– Pemeritah pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat pengembangan peternakan rakyat di berbagai daerah sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan nasional dan memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Salah satu daerah yang dinilai memiliki potensi besar adalah Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, terutama dalam pengembangan sapi pedaging dan perunggasan.
Melalui pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi (HAT), Kementerian Pertanian mendorong agar peternak rakyat di Bone tidak hanya kuat di produksi, tetapi juga terhubung langsung dengan pasar sehingga usaha peternakan dapat tumbuh lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
Baca Juga:Seskab Teddy Bantah MBG Pangkas Anggaran Pendidikan, Program Justru Bertambah, Ini RinciannyaBGN Tegaskan Anggaran Bahan Makanan MBG Rp8.000–Rp10.000 per Porsi, Bukan Rp15.000
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Agung Suganda menegaskan Bone merupakan salah satu kawasan strategis peternakan nasional yang terus diperkuat melalui pendampingan pemerintah.
“Bone merupakan salah satu lumbung peternakan di Sulawesi Selatan. Kami concern mendampingi Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) dalam upaya perbaikan genetik, pakan, dan manajemen kesehatan hewan agar kasus penyakit seperti PMK terus melandai. Kami juga terus mendorong program inseminasi buatan,” kata Agung saat menerima kunjungan Komisi II DPRD Kabupaten Bone di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Senin (11/5/2026).
Menurut Agung, penguatan kesehatan hewan menjadi kunci menjaga produktivitas peternakan nasional.
Karena itu, Kementan terus memperketat pengawasan kesehatan ternak sehingga produksi ayam dan telur nasional tetap surplus dan mampu menopang kebutuhan pangan masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus menjadi peluang pasar baru bagi peternak lokal di daerah.
“Kami meminta agar kebutuhan telur untuk dapur-dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) dipenuhi dari peternak yang berada di sekitar wilayah operasionalnya,” katanya.
“Jadi kalau ada dapur SPPG di Bone, ambil telurnya dari peternak Bone sehingga hasil produksi peternak lokal benar-benar terserap,” lanjut Agung.
Baca Juga:Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari Bukan Laba, Ini Penjelasan Skema Pembiayaan MBGTerima Laporan Mahasiswa, Mentan Amran Seketika Telepon dan Tindak Lanjuti Dugaan Pelanggaran
Selain penguatan pasar, Kementerian Pertanian juga membuka akses pembiayaan bagi kelompok peternak dan koperasi melalui fasilitas Kredit Usaha Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) berbunga rendah untuk pembangunan kandang dan pengembangan usaha peternakan.
Kementan juga terus mendorong dukungan pemerintah daerah dan DPRD terkait penguatan regulasi pemanfaatan lahan peternakan agar pengembangan kawasan hilirisasi ayam terintegrasi dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
