Jelang Misi PBB, Menko Polkam Ingatkan Prajurit: Ini Bukan Tugas Biasa

Pengarahan
Menko Polkam Djamari Chaniago memberikan arahan kepada prajurit TNI di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin, 11 Mei 2026. Foto: Kemenko Polkam.
0 Komentar

Sentul, Jawa Barat, Berita86.com– Pesan tegas disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago kepada ratusan prajurit TNI yang akan berangkat menjalankan misi perdamaian dunia.

Dalam arahannya di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin, 11 Mei 2026, ia menekankan satu hal penting bahwa disiplin dan kualitas latihan adalah kunci keselamatan sekaligus kehormatan bangsa.

Diketahui, sebanyak 742 prajurit Satgas Kontingen Garuda (Konga) UNIFIL dijadwalkan bertugas ke Lebanon pada akhir Mei 2026.

Baca Juga:Kunjungi Kampung Nelayan Banyuasin, Menko Polkam: Negara Hadir Nyata untuk Kesejahteraan Rakyat PesisirEfek Jera Mandek, Kemenko Polkam Ubah Cara Tangani Nelayan Pelintas Batas

Mereka akan membawa dua simbol besar: bendera Merah Putih dan baret biru PBB.

Menurut Menko Polkam Djamari Chaniago, keberhasilan tugas tidak datang secara instan.

Ia menegaskan bahwa latihan keras justru merupakan bentuk kesejahteraan terbaik bagi prajurit.

Dengan latihan yang matang, setiap misi bisa dijalankan secara efektif—dan itu akan menjadi kebanggaan, bukan hanya bagi individu, tetapi juga bagi Indonesia di mata dunia.

“Disiplin dan latihan bukan sekadar kewajiban, tapi penentu keselamatan dan kehormatan,” tegasnya.

Reputasi Indonesia Jadi Taruhan

Djamari juga mengingatkan bahwa setiap langkah prajurit di medan tugas akan mencerminkan wajah Indonesia secara global.

Kesalahan kecil sekalipun, menurut Menko Polkam Djamari Chaniago, bisa berdampak besar terhadap reputasi bangsa.

Baca Juga:Pesan Tegas Menko Polkam Djamari Chaniago ke Penerbang Muda TNI AU: Tempa Mental Hadapi Tugas BeratMenko Polkam Puji Kesigapan TNI–Polri Tangani Insiden Penembakan Pesawat di Boven Digoel

Ia pun membawa pesan khusus dari Presiden yang menaruh perhatian besar terhadap peningkatan peran Indonesia dalam misi perdamaian dunia, termasuk target menambah jumlah pasukan hingga peluang posisi strategis seperti Force Commander.

Dalam pesan yang cukup emosional, Djamari mengingatkan prajurit untuk tidak menganggap remeh situasi di daerah operasi.

Wilayah penugasan bukan tempat yang aman—justru penuh risiko dan tekanan tinggi.

“Ketidakpatuhan bukan hanya soal keselamatan, tapi juga nama baik bangsa,” ujarnya mengingatkan.

Ia bahkan menekankan pentingnya memahami makna pengorbanan dalam tugas negara.

“Jangan sampai kalian berkorban tanpa memahami untuk apa pengorbanan itu,” pesannya.

Dukungan Kemenlu: Misi Ini Bukan Sekadar Rutinitas

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Sugiono menilai rapat koordinasi ini sangat krusial di tengah situasi geopolitik global yang terus berubah.

0 Komentar