Deputi BGN, Suardi Samiran menegaskan bahwa setiap dapur dalam program MBG wajib membeli telur dari peternak di sekitar wilayahnya.
“Kebijakan ini tidak hanya untuk pemenuhan gizi, tetapi juga untuk mendorong ekonomi lokal,” jelasnya.
Langkah cepat pemerintah ini mendapat respons positif dari pelaku industri perunggasan.
Baca Juga:Peternak Lokal Wajib Diuntungkan, Program MBG Diminta Serap Telur dari DaerahPerkuat Hulu Peternakan Lewat BUMN, Mentan Amran Targetkan Harga Ayam dan Telur Stabil
Ketua Umum GOPAN, Herry Dermawan, menilai harga telur saat ini tidak mencerminkan kondisi pasar sebenarnya.
Ia menyebut harga telur sangat mudah terpengaruh oleh isu yang beredar.
Hal senada disampaikan Ketua Asosiasi Peternak Layer Nasional, Musbar Mesdi, yang berharap penyerapan telur melalui program MBG bisa lebih ditingkatkan.
Menurutnya, harga telur ke depan sebaiknya tidak lagi jatuh di bawah Rp25.000 per kilogram agar peternak tetap bertahan.
Pemerintah memastikan stabilisasi harga telur akan terus dikawal melalui berbagai langkah, mulai dari penguatan distribusi, peningkatan serapan pasar, hingga perlindungan terhadap peternak rakyat. (*)
