Jakarta, Berita86.com– Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) mulai menghidupkan kembali transportasi ternak berbasis kereta api dengan konsep yang lebih modern dan ramah hewan.
Program ini dijalankan bersama KAI Logistik sebagai bagian dari pembenahan sistem distribusi ternak nasional agar lebih efisien dan terintegrasi.
Layanan angkutan ternak via rel sejatinya bukan hal baru. Moda ini pernah beroperasi aktif sejak dekade 1960-an hingga awal 2000-an.
Baca Juga:Pemerintah Gerak: Harga Telur Anjlok, Kementan Minta Naik ke Rp26.500, Dapur MBG Wajib Serap PeternakResmi Jadi PNS, 1.950 Aparatur Kementan Siap Perkuat SDM Peternakan dan Ketahanan Pangan
Kini, pemerintah berupaya menghadirkannya kembali dengan teknologi yang lebih canggih serta standar kesejahteraan hewan yang lebih baik.
Sebagai operator, KAI Logistik menyiapkan gerbong khusus hasil modifikasi kontainer yang dirancang untuk mengangkut hewan hidup.
Fasilitas di dalamnya sudah dilengkapi sistem ventilasi dan tempat minum, sehingga ternak tetap dalam kondisi layak selama perjalanan jarak jauh.
Langkah ini diharapkan menjadi solusi distribusi dari sentra produksi ke daerah konsumsi secara lebih lancar, sekaligus mengurangi ketergantungan pada angkutan konvensional yang dinilai kurang optimal.
Pelaksana Harian Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Ditjen PKH Kementan, Boethdy Angkasa menjelaskan bahwa penguatan transportasi berbasis rel merupakan bagian penting dalam pengembangan hilirisasi sektor peternakan.
Menurutnya, pengangkutan ternak menggunakan kereta api kini hadir dengan peningkatan signifikan, terutama dalam hal kenyamanan dan keamanan hewan, mengacu pada regulasi terbaru pemerintah.
Namun demikian, ia menekankan bahwa moda kereta api tidak bisa berdiri sendiri.
Baca Juga:Lampung Disiapkan Jadi Kunci Pangan Nasional, Kementan Ungkap Potensi BesarnyaKementan Dorong Investasi Susu di Jateng, Peluang Peternak Makin Luas
Distribusi tetap membutuhkan dukungan angkutan darat seperti truk untuk menghubungkan titik awal dari peternakan ke stasiun, serta dari stasiun ke rumah potong hewan.
“Sinergi antar moda transportasi menjadi kunci agar distribusi berjalan efektif dari hulu hingga hilir,” jelasnya, dilansir dari rilis resmi Kementan.
Sementara itu, Direktur Utama KAI Logistik Yuskal Setiawan menyebut pihaknya telah melakukan berbagai inovasi dalam menghadirkan kembali layanan ini.
Gerbong yang digunakan kini dirancang khusus untuk memastikan kenyamanan ternak selama perjalanan.
Pada tahap awal, rute Banyuwangi menuju Jakarta dipilih sebagai jalur perdana, dengan kapasitas sekitar 280 ekor ternak dalam satu rangkaian kereta. Waktu tempuh perjalanan diperkirakan mencapai 26 jam dari stasiun ke stasiun.
