Jakarta, Berita86.com – Pemerintah memberikan apresiasi tinggi kepada TNI Angkatan Laut (TNI AL) atas keberhasilan besar dalam menggagalkan berbagai aksi penyelundupan yang merugikan negara dalam skala fantastis.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menyampaikan rasa bangganya terhadap kinerja jajaran Komando Armada Republik Indonesia (Koarmada RI).
Dalam kurun waktu sekitar 17 bulan terakhir, operasi yang dilakukan berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara hingga Rp14,75 triliun sepanjang 2025.
Baca Juga:Jelang Misi PBB, Menko Polkam Ingatkan Prajurit: Ini Bukan Tugas BiasaKompolnas Punya Kantor Baru, Menko Polkam: Profesionalisme dan Integritas Harga Mati
Sementara itu, pada periode Januari hingga Mei 2026, nilai kerugian negara yang berhasil dicegah mencapai Rp112,9 miliar.
Operasi Laut Jadi Benteng Kekayaan Negara
Menurut Djamari, capaian tersebut menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam menjaga kekayaan alam Indonesia dari praktik ilegal.
Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah, sehingga menjadi target berbagai kejahatan, termasuk penyelundupan lintas negara.
TNI AL, kata dia, memainkan peran penting sebagai garda terdepan dalam menjaga agar kekayaan tersebut tidak disalahgunakan oleh pihak tertentu, baik dari dalam maupun luar negeri.
Tak hanya melindungi sumber daya alam, operasi TNI AL juga berdampak besar dalam memerangi peredaran narkoba.
Sepanjang tahun 2025, penggagalan penyelundupan narkotika disebut telah menyelamatkan sekitar 24,5 juta jiwa dari bahaya narkoba.
Sedangkan di awal tahun 2026, jumlah masyarakat yang berhasil terlindungi mencapai lebih dari 6.700 orang.
Baca Juga:Tinjau Alutsista di Lanud Abdulrachman Saleh Malang, Menko Polkam: Kita Harus Siap Kapanpun!Menko Polkam Puji Kesigapan TNI–Polri Tangani Insiden Penembakan Pesawat di Boven Digoel
Djamari menekankan bahwa ancaman narkoba merupakan salah satu bahaya terbesar bagi masa depan generasi bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga menekankan pentingnya kerja sama lintas lembaga dalam menghadapi kejahatan maritim.
TNI AL tidak bekerja sendiri, melainkan berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti kepolisian, Bea Cukai, intelijen, pemerintah daerah, hingga masyarakat.
Kolaborasi ini dinilai menjadi faktor utama keberhasilan dalam berbagai operasi penindakan.
Kasus Terbaru: 16 Ton Pasir Timah Ilegal Diamankan
Salah satu pengungkapan terbaru adalah upaya penyelundupan 16 ton pasir timah ilegal yang berhasil digagalkan.
Dalam operasi tersebut, aparat mengamankan dua truk yang membawa muatan ilegal tersebut sebelum sempat didistribusikan.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kekayaan negara agar benar-benar dimanfaatkan bagi kesejahteraan rakyat.
