Jakarta, Berita86.com- Pemerintah mulai mengakselerasi rencana besar pembangunan tanggul laut raksasa (giant seawall) di Pantai Utara (Pantura) Jawa.
Proyek ini tak sekadar menjadi solusi menghadapi ancaman banjir rob, tetapi juga disiapkan sebagai motor penggerak ekonomi baru di kawasan pesisir.
Dalam pertemuan bersama jajaran menteri di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026, Presiden Prabowo Subianto membahas langkah strategis terkait pembangunan infrastruktur dan penguatan wilayah, termasuk perlindungan kawasan Pantura yang kian rentan.
Baca Juga:Tinjau MRT Fase 2A, Wapres Gibran Ungkap Progres Sudah 59%: Target Beroperasi 2027Tragedi KA Bekasi Timur: AHY Tekankan Fokus Penanganan Korban dan Pemulihan Infrastruktur
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan bahwa wilayah Pantura saat ini menghadapi tekanan serius akibat penurunan permukaan tanah serta kenaikan muka air laut.
Kondisi ini memicu banjir rob yang terus berulang dan berdampak luas pada masyarakat.
Menurut AHY, langkah cepat sangat dibutuhkan untuk melindungi jutaan warga sekaligus menjaga stabilitas ekonomi.
Pasalnya, kawasan Pantura dikenal sebagai salah satu pusat industri dan jalur ekonomi vital nasional.
Menariknya, proyek giant seawall ini tidak hanya difokuskan pada aspek perlindungan.
Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa pembangunan tanggul laut juga diarahkan untuk membuka peluang investasi baru serta menciptakan kawasan ekonomi yang lebih modern dan produktif.
Di sisi lain, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa, Didit Herdiawan Ashaf, menyebut pemerintah masih terus mematangkan konsep proyek tersebut.
Baca Juga:Seskab Hadiri Rapat di Kemendagri, Pastikan Pemulihan Infrastruktur di Sumatera Berjalan CepatPemerintah Perkuat Infrastruktur Pesantren, Tiga Kementerian Sepakat Lindungi Keselamatan Santri
Penyesuaian dengan kondisi tiap daerah menjadi kunci agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Dengan pendekatan yang terintegrasi, proyek strategis ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang: melindungi pesisir dari ancaman alam sekaligus mendorong lahirnya pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan di sepanjang Pantai Utara Jawa. (*)
