Jakarta, Berita86.com- Pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus mempercepat langkah strategis dalam memperkuat sektor pangan nasional, khususnya lewat hilirisasi komoditas pertanian unggulan.
Fokus utama kebijakan ini adalah meningkatkan nilai tambah produk, sekaligus memperkuat peran BUMN pangan sebagai penggerak utama ekosistem pangan nasional yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
Untuk mendukung upaya tersebut, pemerintah tengah merampungkan regulasi baru yang akan memperjelas pembagian peran antar BUMN pangan.
Baca Juga:Prabowo ke Gorontalo, Momentum Besar Petani dan Nelayan: Kemandirian Pangan Makin NyataPanggil Mentan ke Istana, Prabowo Siapkan Jurus Hadapi Ancaman Pangan
Aturan ini diharapkan menjadi fondasi dalam mendorong transformasi menyeluruh, mulai dari perbaikan tata kelola, restrukturisasi perusahaan, optimalisasi aset, hingga penguatan pembiayaan dan penugasan yang lebih terintegrasi.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga keseriusan seluruh BUMN pangan dalam mengatasi berbagai kendala yang selama ini menghambat kinerja.
Ia mengingatkan agar tidak ada lagi hambatan dalam pelaksanaan program strategis. Semua persoalan yang mengganggu percepatan harus segera diselesaikan agar manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat.
Menurutnya, pemerintah telah memberikan berbagai dukungan bagi BUMN pangan. Karena itu, seluruh perusahaan diminta memanfaatkan momentum ini untuk melakukan pembenahan internal sekaligus meningkatkan performa secara signifikan.
Dalam rapat koordinasi yang digelar di Jakarta, Jumat, 26 Juni 2026, pemerintah membahas sejumlah isu penting, termasuk penataan aset, penguatan struktur pembiayaan, penyempurnaan mekanisme penugasan, serta sinkronisasi program hilirisasi agar berjalan lebih efektif.
Selain itu, setiap BUMN pangan diminta menyusun target program yang realistis, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Rencana kerja harus berbasis perhitungan matang dan dapat dieksekusi secara konkret.
Baca Juga:Terima Laporan Mahasiswa, Mentan Amran Seketika Telepon dan Tindak Lanjuti Dugaan PelanggaranDolar Menguat Tak Goyahkan Desa! Mentan Amran Ungkap Pertanian Jadi Tameng Ekonomi RI
Amran juga menegaskan bahwa transformasi BUMN pangan tidak boleh berhenti pada aspek administratif semata. Lebih dari itu, sistem yang dibangun harus mampu menopang sektor pangan dalam jangka panjang.
Ia berharap fondasi sistem tersebut dapat terwujud selama masa jabatannya, sehingga BUMN pangan menjadi lebih kuat, profesional, dan mampu menjadi motor utama pembangunan pertanian nasional.
Ke depan, percepatan hilirisasi diharapkan tidak hanya memperkuat industri pangan dalam negeri, tetapi juga meningkatkan daya saing produk pertanian Indonesia, memperluas nilai tambah di dalam negeri, serta mendorong peningkatan kesejahteraan petani. (*)
