Ancaman Krisis Pangan Global Menguat, Mentan Amran Beberkan Kekuatan Indonesia

Ancaman Krisis Pangan Global Menguat, Mentan Amran Beberkan Kekuatan Indonesia
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Foto: Kementan.
0 Komentar

Selain itu, terdapat potensi sekitar 10 juta ton beras dari tanaman padi yang masih berada di lahan atau standing crop dan siap memasuki masa panen. Sementara itu, sekitar 10 juta ton lainnya disebut berada di sektor hotel, restoran, dan katering (horeka).

Dengan perhitungan tersebut, total potensi ketersediaan beras nasional diperkirakan mencapai sekitar 25 juta ton. Angka itu dibandingkan dengan kebutuhan beras Indonesia yang berada di kisaran 2,5 juta ton setiap bulan.

“Kalau kita hitung, stok di Bulog sekitar 4,5 juta ton, standing crop sekitar 10 juta ton, dan stok di horeka sekitar 10 juta ton. Total sekitar 25 juta ton,” katanya.

Baca Juga:Mentan Amran Bongkar Dugaan Penipuan Beras Fortifikasi, Kerugian Capai Rp71 TriliunMentan Amran Dorong Pesantren Perkuat Ketahanan Pangan, Sediakan Bibit dan Olah Lahan Gratis

“Sementara kebutuhan kita sekitar 2,5 juta ton per bulan. Artinya, ketersediaan kita sangat kuat. Ini yang membuat kita lebih siap menghadapi berbagai gejolak global,” sambung Mentan Amran, dilansir dari rilis resmi Kementan pada Selasa, 3 November 2026.

Swasembada Beras Jadi Benteng Hadapi Krisis Global

Amran menegaskan, kemampuan Indonesia memenuhi kebutuhan beras dari produksi domestik tanpa impor menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga ketahanan pangan.

Menurutnya, ketergantungan terhadap pasokan luar negeri dapat menjadi risiko besar ketika terjadi konflik internasional yang menghambat jalur perdagangan atau mendorong negara-negara produsen membatasi ekspor pangan.

Ia menilai swasembada bukan sekadar pencapaian sektor pertanian, melainkan bagian dari upaya menjaga kedaulatan dan melindungi masyarakat dari ancaman krisis pasokan maupun lonjakan harga pangan.

“Kita tidak boleh bergantung pada negara lain untuk urusan pangan. Bayangkan kalau terjadi konflik besar, jalur perdagangan terganggu, negara-negara menahan ekspornya, sementara kita masih bergantung pada impor. Risikonya sangat besar. Karena itu, swasembada adalah kekuatan dan perlindungan bagi bangsa,” tegas Amran.

Pemerintah Perkuat Produksi dan Lindungi Petani

Untuk mempertahankan kondisi tersebut, Kementerian Pertanian terus menjalankan sejumlah program peningkatan produksi pangan.

Upaya yang dilakukan meliputi optimalisasi lahan pertanian, pompanisasi, rehabilitasi jaringan irigasi, penyediaan benih unggul, serta peningkatan produktivitas tanaman pangan.

Baca Juga:Tak Ada Lagi Alasan! Mentan Amran: Perkuat Ekosistem BUMN Pangan untuk HilirisasiRp5 Triliun Digelontorkan ke Papua demi Target Lumbung Pangan Nasional 

Pemerintah juga menyiapkan langkah antisipasi terhadap dampak perubahan iklim dan potensi kekeringan yang dapat memengaruhi hasil panen.

0 Komentar