Ancaman Krisis Pangan Global Menguat, Mentan Amran Beberkan Kekuatan Indonesia

Ancaman Krisis Pangan Global Menguat, Mentan Amran Beberkan Kekuatan Indonesia
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Foto: Kementan.
0 Komentar

JAKARTA, Berita86.com – Ketegangan geopolitik dan ancaman gangguan rantai pasok global membuat sedikitnya 33 negara mulai mengingatkan warganya untuk menyiapkan persediaan kebutuhan pokok di rumah.

Namun, di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian tersebut, Indonesia diklaim memiliki ketahanan pangan yang relatif kuat.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut ketersediaan pangan nasional masih dalam kondisi aman.

Baca Juga:Mentan Amran Bongkar Dugaan Penipuan Beras Fortifikasi, Kerugian Capai Rp71 TriliunMentan Amran Dorong Pesantren Perkuat Ketahanan Pangan, Sediakan Bibit dan Olah Lahan Gratis

Salah satu penopangnya adalah produksi beras dalam negeri serta cadangan pemerintah yang dinilai cukup kuat untuk menghadapi kemungkinan krisis global.

Menurut Amran, kondisi tersebut merupakan hasil kerja keras petani yang didukung berbagai kebijakan pemerintah dalam meningkatkan produksi dan memperkuat kemandirian pangan.

“Alhamdulillah, kita patut bersyukur. Di saat dunia sedang menghadapi ketegangan geopolitik, ancaman krisis pangan, dan gangguan rantai pasok, kondisi pangan Indonesia relatif aman. Kita punya produksi dalam negeri, punya cadangan, dan terus memperkuat kemampuan memenuhi kebutuhan pangan sendiri. Ini yang harus kita jaga,” ujar Amran.

33 Negara Ingatkan Warga Siapkan Kebutuhan Darurat

Kewaspadaan terhadap potensi krisis kini menjadi perhatian sejumlah negara. Sedikitnya 33 negara mengimbau masyarakatnya menyediakan persediaan kebutuhan dasar, mulai dari makanan tahan lama, air minum, obat-obatan hingga perlengkapan darurat.

Sebagian negara bahkan merekomendasikan setiap keluarga memiliki stok kebutuhan pokok yang cukup untuk bertahan setidaknya selama 72 jam.

Inggris dan Jepang termasuk negara yang memperkuat langkah kesiapsiagaan tersebut. Pemerintah Inggris mendorong masyarakat menyimpan persediaan makanan dan air minum untuk kebutuhan minimal tiga hari.

Sementara itu, Jepang mengingatkan warganya agar memiliki cadangan kebutuhan pokok selama tiga hari hingga satu minggu.

Baca Juga:Tak Ada Lagi Alasan! Mentan Amran: Perkuat Ekosistem BUMN Pangan untuk HilirisasiRp5 Triliun Digelontorkan ke Papua demi Target Lumbung Pangan Nasional 

Kebijakan tersebut merupakan langkah antisipasi terhadap berbagai risiko, seperti konflik geopolitik, bencana alam, cuaca ekstrem, serangan siber yang berpotensi mengganggu infrastruktur, serta terhambatnya distribusi barang kebutuhan masyarakat.

Situasi ini memperlihatkan bahwa ketahanan pangan menjadi salah satu aspek penting yang harus dipersiapkan setiap negara.

Mentan Amran Beberkan Kekuatan Stok Beras Indonesia

Di tengah meningkatnya kewaspadaan global, Amran memaparkan sejumlah komponen yang menopang ketersediaan beras nasional.

Berdasarkan data per 26 Oktober 2026, cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog mencapai sekitar 4,5 juta ton.

0 Komentar