Dalam forum yang sama, sebagaimana dilansir dari rilis resmi Kementan pada Kamis, 21 Mei 2026, pakar kesehatan hewan dari Chili, Mónica Rojas, menekankan pentingnya investasi pada pencegahan dan deteksi dini.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi kunci untuk memenuhi kebutuhan protein global yang terus meningkat.
Ia juga mengingatkan bahwa tingginya angka penyakit pada hewan akan berdampak langsung pada biaya produksi peternakan dan berpotensi mengurangi ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Baca Juga:Kementan Kawal Proyek Farm Ayam Raksasa di Malang, Targetkan Industri Unggas Lebih KuatResmi Jadi PNS, 1.950 Aparatur Kementan Siap Perkuat SDM Peternakan dan Ketahanan Pangan
Bagi Indonesia, partisipasi dalam forum global ini menegaskan bahwa kesehatan hewan kini menjadi prioritas utama dalam kebijakan pembangunan sektor pertanian.
Tidak hanya berkaitan dengan produktivitas ternak, tetapi juga berperan penting dalam menjaga kesehatan masyarakat, stabilitas ekonomi, serta daya saing di pasar internasional. (*)
