Jakarta, Berita86.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto menegaskan pentingnya riset dan inovasi sebagai fondasi utama transformasi industri kelapa sawit nasional.
Hal itu disampaikan saat menutup ajang Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) 2026, yang menjadi wadah kolaborasi lintas sektor dalam penguatan industri strategis tersebut.
Menurut Airlangga, industri kelapa sawit tetap menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia.
Baca Juga:Ditugaskan ke Tiongkok, Airlangga Teken WAICO, Bertemu Xi Jinping hingga Sekjen PBBAirlangga Buka Fakta Baru Skema KUR, Petani, UMKM, hingga PMI Jadi Prioritas
Sepanjang 2025, sektor ini berkontribusi sekitar 3,5 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional, dengan nilai ekspor melampaui USD30 miliar.
Selain itu, penerimaan negara dari pungutan ekspor dan bea keluar juga memberikan kontribusi signifikan.
“Ke depan, tantangan kita tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga mendorong produktivitas, penguasaan teknologi, serta hilirisasi untuk menciptakan nilai tambah yang lebih tinggi,” ujar Airlangga, Selasa, 21 Juli 2026.
Ia mencontohkan implementasi program Biodiesel B50 sebagai bukti nyata sinergi antara riset, kebijakan, investasi, dan kesiapan industri dalam mendukung kemandirian energi nasional.
Keberhasilan tersebut, lanjutnya, harus menjadi pijakan untuk inovasi lanjutan seperti pengembangan green diesel, Sustainable Aviation Fuel (SAF), serta berbagai produk turunan sawit lainnya yang mampu meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.
Airlangga juga menekankan bahwa PERISAI bukan sekadar forum diskusi, melainkan ruang kolaborasi strategis yang mempertemukan pemerintah, akademisi, peneliti, pelaku usaha, investor, hingga generasi muda.
Tujuannya agar hasil riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat diimplementasikan dan dikomersialisasikan secara nyata.
Baca Juga:Airlangga Ungkap Strategi Ekonomi 2027: Target Pertumbuhan 6,5% dan Penguatan Daya Tahan NasionalMenko Airlangga: Ekonomi Indonesia Tangguh di Tengah Gejolak Global, Investasi Serap 2,7 Juta Tenaga Kerja
“Sinergi ini penting untuk memastikan inovasi mampu memperkuat ketahanan energi, mendorong hilirisasi, serta membuka lapangan kerja baru,” katanya.
Ia pun mengapresiasi berbagai pihak yang telah berkontribusi, termasuk Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), kalangan peneliti, perguruan tinggi, dan pelaku industri.
Dengan kolaborasi yang terus diperkuat, pemerintah optimistis industri kelapa sawit akan tetap menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. (*)
