Palu, Berita86.com- Indonesia kembali mencetak langkah besar di pasar ekspor global. Sebanyak 459 ton durian beku asal Sulawesi Tengah resmi diberangkatkan ke Tiongkok dengan nilai mencapai Rp42,5 miliar.
Pelepasan ekspor ini turut dihadiri Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat M. Panggabean, bersama Koordinator Regional Karantina Sulawesi, Sitti Chadidjah, yang memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar internasional.
Peran karantina menjadi kunci dalam keberhasilan ekspor ini. Mulai dari pengawasan ketat, pemenuhan persyaratan teknis, hingga memastikan kelancaran distribusi, semuanya dikawal untuk menjaga kualitas produk hingga ke negara tujuan.
Baca Juga:Lepas Ekspor Gula Aren Pacitan ke Tiga Negara, Mendes Yandri: Pacitan Semakin MenduniaDi Sumut: Bea Cukai dan Karantina Gagalkan Penyelundupan Ribuan Lembar Kulit Biawak Tujuan Malaysia
Momentum ekspor ini tidak terjadi secara instan. Keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses panjang pembukaan akses pasar durian Indonesia ke Tiongkok, termasuk penandatanganan protokol ekspor kedua negara pada Mei 2025.
Sejak saat itu, implementasi standar ekspor terus diperkuat. Pengawasan keamanan pangan, kesehatan komoditas, serta kepatuhan terhadap regulasi Tiongkok menjadi fokus utama agar produk Indonesia mampu bersaing di pasar global.
Dari sisi efisiensi, ekspor langsung ke Tiongkok membawa dampak signifikan. Waktu pengiriman yang sebelumnya bisa mencapai 56 hari kini dipangkas menjadi hanya sekitar 22 hingga 26 hari. Selain itu, biaya logistik juga turun drastis, bahkan hingga separuhnya.
Capaian ini juga mencerminkan kolaborasi kuat antara petani, pelaku usaha, pemerintah daerah, hingga kementerian terkait.
Dilansir dari rilis resmi Badan Karantina Indonesia, hingga kini total 151 kontainer durian beku telah dikirim ke Tiongkok dengan nilai ekonomi mencapai Rp377,5 miliar.
Sebelumnya, durian Indonesia lebih banyak masuk ke pasar global melalui negara perantara seperti Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Kini, Indonesia berhasil naik kelas dengan melakukan ekspor langsung.
Langkah strategis pemerintah dalam membuka akses pasar dan mendampingi eksportir terbukti membuahkan hasil. Ekspor langsung pertama ke Tiongkok akhirnya terealisasi pada Desember 2025.
Baca Juga:DPD RI Turun Tangan, Program Inseminasi Buatan Dinilai Jadi Game ChangerSidak Prabowo di Gudang Bulog Magelang, Fakta Stok Beras Bikin Tenang
Potensi pasar durian di Tiongkok sendiri sangat besar, dengan nilai mencapai sekitar USD 8 miliar per tahun.
Indonesia menargetkan dapat mengisi 5 hingga 10 persen dari total pasar tersebut, dengan potensi devisa mencapai Rp6,4 hingga Rp12,8 triliun setiap tahun.
Produk yang diekspor mencakup berbagai bentuk, mulai dari daging buah (pulp), puree, hingga durian utuh beku.
