BEKASI, Berita86.com- Insiden operasional di Stasiun Bekasi Timur berdampak luas terhadap perjalanan kereta api.
Melalui rilis resmi, PT Kereta Api Indonesia (KAI) membatalkan sejumlah perjalanan pada Selasa, 28 April 2026, demi keselamatan dan kelancaran penanganan di lokasi kejadian.
Peristiwa yang terjadi di wilayah Stasiun Bekasi Timur menimbulkan duka mendalam.
Baca Juga:Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur, Ini Penjelasan Resmi Menhub Dini Hari TadiDari Menteri hingga Penasihat, Ini Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik Presiden Prabowo
PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyampaikan belasungkawa kepada para korban serta keluarga yang terdampak, sekaligus memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan.
Sebagai dampak dari insiden tersebut, KAI melakukan penyesuaian operasional perjalanan kereta api.
Langkah ini diambil dengan mengedepankan faktor keselamatan serta untuk mendukung proses penanganan di lokasi kejadian.
Pada Selasa, 28 April 2026, tercatat sebanyak 13 perjalanan Kereta Api Jarak Jauh dibatalkan.
Pembatalan ini merupakan bagian dari upaya pengaturan lalu lintas kereta agar tetap aman dan terkendali di tengah situasi yang masih dalam proses pemulihan. KAI memastikan bahwa pelanggan yang terdampak pembatalan tidak perlu khawatir.
Seluruh penumpang berhak mendapatkan pengembalian biaya tiket sebesar 100 persen. Proses pengajuan refund dapat dilakukan hingga tujuh hari ke depan.
Selain itu, perusahaan juga membuka layanan informasi bagi masyarakat yang membutuhkan kepastian terkait perjalanan.
Baca Juga:Siasat Licik Terbaca, 40 Kg Sabu Gagal Beredar Lewat BakauheniJuri Hafiz Quran TV Jadi Tersangka, Bareskrim Ungkap Dugaan Pelecehan Santri di Banyak Lokasi
Pelanggan dapat menghubungi Contact Center KAI 121 atau melalui layanan WhatsApp di nomor 0811-2223-3121.
KAI menegaskan bahwa pemulihan operasional perjalanan kereta api terus dilakukan secara bertahap.
Meski demikian, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap langkah yang diambil.
Sementara itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi langsung turun ke lokasi kejadian untuk memastikan proses evakuasi dan penanganan korban berjalan optimal.
Keselamatan penumpang menjadi prioritas utama dalam situasi darurat ini.
Dalam keterangan resmi pada pukul 01.31 WIB dari lokasi kejadian, Menhub Dudy bersama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin menyampaikan perkembangan terbaru.
Hingga dini hari tadi, tercatat empat orang meninggal dunia. Sementara itu, sebanyak 71 penumpang berhasil dievakuasi dari dalam rangkaian kereta, dengan sejumlah korban mengalami luka-luka dan tengah mendapatkan perawatan intensif.
Proses evakuasi masih terus berlangsung. Petugas gabungan berupaya keras menyelamatkan korban yang diduga masih terjebak di dalam gerbong. Diperkirakan masih ada sekitar enam hingga tujuh orang yang belum berhasil dikeluarkan.
